600 Hari Penyerangan Novel Baswedan, Komitmen Jokowi Kembali Ditagih

JAKARTA – Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang terhimpun dalam Wadah Pegawai (WP) kembali menuntut prinsip Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan masalah penyerangan fisik pada penyidik Novel Baswedan.

Ini hari, Minggu (2/12/2018), pas 600 hari telah muka Novel disiram air keras oleh orang tidak diketahui. Sampai sekarang ini, belumlah ada satupun aktor yang jadikan terduga oleh kepolisian.

“Kami keluarga besar KPK hampir putus harapan mesti ke manakah untuk mencari keadilan. Presiden tidak tunjukkan aksi yang tegas serta konkret, seolah-olah tidak mempunyai kuasa apa pun menjadi pemimpin negara untuk membuka masalah Novel,” tutur Ketua WP KPK Yudi Purnomo dalam info tercatat, Minggu.

Menurut Yudi, beberapa memprotes dari penduduk sampai pengiriman surat dari keluarga Novel Baswedan serta pegawai KPK benar-benar tidak ditanggapi oleh Jokowi.

Diantaranya berkaitan keinginan supaya Presiden selekasnya membuat team berdiri sendiri atau team pencari bukti.

Pegawai KPK memandang, janji penegakan hukum cuma jadi angan di masalah Novel Naswedan.

Hal itu dapat dibuktikan dengan tidak terdapatnya pihak yang dapat disuruh pertanggungjawaban, baik aktor intelektual ataupun aktor lapangan yang masih tetap bebas.

Baca Juga : Nyatakan Dukungan, Cucu Pendiri NU Janjikan 60 Persen Suara Jatim untuk Prabowo

Menurut Yudi, keadaan ini membuat pegawai KPK terasa tidak ada keterpihakan Presiden berkaitan rumor perlindungan pada beberapa penegak hukum, terutamanya dalam pemberantasan korupsi.

“Untuk kesekian kalinya kami menuntut Presiden Jokowi untuk ada serta bertindak seperti semestinya seseorang Presiden, untuk membuka masalah penyerangan pada Novel,” kata Yudi.